Ini adalah kisah yang selalu disembunyikan banyak orang. Rasanya
menyakitkan saat kauharus tetap beranggapan bahwa keluargamu baik-baik
saja, namun yang sebenarnya terjadi adalah pertengkaran, yang
menimbulkan bantingan piring dan barang pecah belah lainnya. Bebunyian
itu begitu sering terdengar oleh telinga Bianca, wanita yang mencoba
bertahan meskipun terluka perlahan. Ia masih bertahan, bahkan ketika
wajah ibunya lebam oleh pukulan ayahnya. Bianca masih bertahan, bahkan
saat pelipis ibunya mengeluarkan darah segar karena tinju dari ayahnya.
Bianca menyembunyikan perasaannya, selalu berusaha terlihat baik-baik
saja dalam kesakitannya. Hal itu juga yang ia lakukan, saat sahabat
terbaiknya, Letisha; menjalin hubungan kasih bersama Joshua. Ya, Joshua,
pria yang beberapa tahun terakhir terselip dalam rapalan doa Bianca.
Joshua, cinta pertamanya yang ia biarkan kandas di tengah jalan, karena
sahabatnya sendiri.
Pengkhianatan terjadi berkali-kali. Dia tersakiti oleh perlakuan
ayahnya terhadap ibunya, ia juga tersakiti oleh perlakuan sahabatnya
sendiri. Pernikahan katanya terjadi karena cinta, persahabatan terjadi
juga karena kasih dan cinta. Tapi, pernikahan yang harusnya sakral,
persahabatan yang harusnya kekal; malah menjadi sebab Bianca benar-benar
terluka. Cinta. Cinta. CINTA! Dalam pengkhianatan berkali-kali,
pantaskah ia terus memercayai cinta?
Ia mencoba meraba-raba hatinya sendiri, merangkak perlahan— berjalan
dari kejatuhannya selama ini. Bianca memutuskan kuliah di Jogjakarta.
Daerah istimewa yang terkenal menyimpan kenangan manis bagi banyak
orang. Tempat yang selalu membawa seseorang kembali, selalu kembali, tak
lupa untuk kembali. Di sana, ia bertemu dengan Gabriel. Seorang pria
berpostur tinggi besar, yang mengindap penyakit gigantisme.
Bianca tak percaya cinta, sungguh ia tak lagi punya alasan untuk
percaya cinta. Tapi, Gabriel membuka mata Bianca dengan cara berbeda.
Bianca terdiam, haruskah ia menerima kehadiran Gabriel sebagai
“malaikat” pembawa kabar baik dalam hidupnya? Apakah Gabriel adalah
“malaikat” yang ditakdirkan Tuhan untuk menarik Bianca dari goa
kegelapan menuju cahaya matahari?
No comments:
Post a Comment