Dimulai dari obsesi ibunya yang menginginkan kehidupan yang sempurna, rumah yang sempurna, dan tentunya anak yang sempurna.
Mendapati kenyataan Charlie bukanlah anak yang "sempurna", itu menjadi
sebuah aib di kehidupannya yang sempurna.Namun Rose (Ibu Charlie) masih
sangat menyayangi Charlie hingga anak keduanya lahir. Adik Charlie yang
bernama Norma, sangat diperlakukan secara spesial oleh ibunya.
Paranoid berlebihan yang dialami oleh Ibunya sering membuat Rose
bersikap kasar pada Charlie. Karena, takut anak keduanya tertular
"penyakit" yang sama dengan Charlie maka, Charlie dibuang untuk selama -
lamanya.
Kenangan - kenangan terakhir bersama Ibunya selalu membuat Charlie
berusaha sangat keras untuk menjadi anak yang pandai seperti harapan
Ibunya.
"Aku ingin menjadi pandai Miss Kinnian, aku ingin Ibu bangga padaku" aku
Charlie kepada guru sekolah keterbelakangan mental untuk orang dewasa.
Alice Kinnian adalah seorang guru dan juga seorang peneliti yang bekerja
di Universitas Beekman dan sedang meneliti tentang kemajuan kecerdasan
otak dengan enzim dan hormon yang disuntikkan melalui otak.
Percobaan yang dilakukan selama ini hanya menggunakan tikus atau
simpanse sebagai kelinci percobaan. Algernon adalah salah satu kelinci
percobaan yang berhasil sejauh ini. Karena perkembangannya sangat pesat
pasca melakukan operasi otak.
Miss Kinnian yang tersentuh oleh Charlie, menawarkan "kecerdasan" itu
pada Charlie. Charlie yang telah ditanamkan obsesi kecerdasan oleh
Ibunya sangat menyambut hangat ide tersebut. Dia melonjak - lonjak
senang. Namun operasi tersebut tetap harus mendapat persetujuan dari
pihak keluarga Charlie. Dan tidak perlu ditebak lagi, seluruh
keluarganya (Norma dan Rose) pasti setuju dengan ide tersebut. Ayahnya
Matt Gordon, sudah lama meninggalkan Rose, karena tidak tahan melihat
tingkah laku Rose yang kelewatan pada Charlie.
Rose sering memukuli Charlie hanya karena dia tidak bisa belajar secepat
teman - teman normalnya. Buang air tidak pada tempatnya ketika ia
gugup, ketakutan, dan panik. Chalie sering disembunyikan oleh Rose
ketika tamu - tamu datang ke rumah mereka.
Lama kelamaan Norma mengikuti kebiasaan Rose, dengan berlaku kasar pada
Kakaknya. Dan Norma tidak mau mengakui Charlie sebagai kakaknya.
Dengan motivasi yang mendalam, agar orang - orang menyukainya karena dia
pandai, agar dia dapat membahas masalah - masalah penting seperti teman
- temannya di Pabrik rotinya, dia sangat menanti hari operasi tersebut.
Dr. Nemur adalah kepala dari eksperimen kemajuan kecerdasan, dia tidak
setuju menggunakan Charlie sebagai bahan percobaan mereka. Menurutnya
terlalu cepat mengambil kesimpulan sekarang. Namun Dr. Straus dan Burt,
anak didiknya di Universitas Beekman tidak sependapat dengan Dr. Nemur
maka, perlawanannya menjadi sia - sia.
Charlie menguping pembicaraan mereka, walaupun dia tidak tahu pasti apa
yang sedang mereka permasalahkan. Dia hanya dapat merasakan bahwa Dr.
Nemur tidak pada pihaknya, tapi Dr.Straus dan Burt berada di sana untuk
membelanya.
Pasca operasi, Charlie mengalami kepesatan IQ yang dahsyat dalam waktu
yang singkat. Dia dapat menguasai 24 bahasa, melahap buku - buku di
perpustakaan dalam waktu satu hari, padahal orang biasa membutuhkan
waktu pemahaman seumur hidup mereka.
Namun selang beberapa bulan, Algernon mengalami keanehan pada
perilakunya. Dia sering membentur - benturkan dirinya pada dinding
labirin, tempat ia berlatih. Tidak melakukan latihan - latihan seperti
biasanya, motivasi makanan yang biasanya dilakukan sudah tidak berlaku
lagi.
Dan tidak lama kemudian, Algernon mati dengan kerusakan otak yang parah,
pelembutan pada kerumitan jaringan otak.Semua itu akankah berlaku sama
pada Charlie?
No comments:
Post a Comment